Notification

×

Iklan

Iklan

Proyek Pemasangan Pipa Pertamina di Jalan Negata Prabumulih Dikecam, Diduga Abaikan SOP dan Tak Transparan

Jumat, 08 Mei 2026 | Mei 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-08T16:38:31Z

 


PRABUMULIH~Brantas News 

Pembangunan infrastruktur pemasangan pipa yang diduga milik PT Pertamina di sepanjang ruas Jalan Negata, wilayah Anak Petai hingga Lembak, menuai kecaman tajam dari berbagai kalangan. Pelaksanaan proyek yang terpantau pada Jum.at (8/5/2026) dinilai menyimpang jauh dari standar teknis yang seharusnya menjadi acuan demi keselamatan bersama.


Kekhawatiran publik menguat karena pekerjaan di lapangan diduga tidak sesuai spesifikasi dan Standar Operasional Prosedur (SOP). Kondisi ini dinilai berbahaya dan berpotensi mengancam keselamatan jiwa serta lingkungan di masa depan.


Hal paling disorot adalah minimnya keterbukaan informasi. Hingga saat ini, tidak ditemukan papan nama proyek atau informasi resmi yang memuat identitas pelaksana, nilai kontrak, maupun detail teknis pekerjaan. Situasi ini menimbulkan kesan proyek berjalan tidak transparan, sehingga warga tidak mengetahui pasti ruang lingkup dan tujuan kegiatan penggalian tersebut.



Sebagai perusahaan kelas dunia, standar penanaman pipa PT Pertamina seharusnya mengacu pada regulasi internasional serta Peraturan Menteri ESDM Nomor 32 Tahun 2021. Secara teknis, kedalaman tanam wajib minimal 60–80 cm atau satu meter di area jalan raya, wajib menggunakan pelindung casing, serta dasar parit harus dilapisi pasir halus untuk mencegah korosi dan kebocoran.


Namun, berdasarkan pengamatan langsung, pelaksanaan di Jalan Negata diduga belum memenuhi standar tersebut. Pekerjaan terkesan dikerjakan asal-asalan demi mengejar target penyelesaian, tanpa mempedulikan aspek keselamatan dan keamanan jangka panjang.


warga saat di konfirmasi mengatakan mereka sangat terganggu atas galian tana yg menghalangi mereka saat beraktivitas,Iyo pak kami susah nian nak lewat ni oleh tanah Yo Mano becek poloh ucap warga yg enggan di sebutkan namanya 


Irnonisnya, dugaan pelanggaran ini sudah pernah disinggung sebelumnya pada tanggal yang sama. Namun hingga kini tidak terlihat perubahan signifikan maupun upaya perbaikan dari pihak terkait.


Tim Brantas News. telah berupaya menghubungi pihak Communication Relations (Comrel) PT Pertamina untuk meminta konfirmasi dan klarifikasi resmi. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.


Menanggapi hal itu, Media Brantas News akan melayangkan surat resmi kepada PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4. Surat tersebut ditujukan untuk meminta konfirmasi menyeluruh mengenai status proyek, identitas pelaksana, serta kepatuhan teknis agar publik tidak terus disuguhi ketidakpastian.


Red : (TJ ,YN )

"Berita teraktual dan terpercaya

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update